Tags:

Menyusuri Pulau Dewata: Pasir Putih Pantai Pandawa

By Unknown → Sabtu, 31 Oktober 2015
Menyusuri Pulau Dewata: Pasir Putih Pantai Pandawa

TUJUAN selanjutnya adalah Garuda Wisnu Kencana (GWK). Ini kunjungan ketiga saya di tempat ini, tak ada yang berubah. Patung Dewa Wisnu masih ditempatkan terpisah dengan patung Garuda.

Proyek ini bisa dibilang proyek lama pemerintah provinsi Bali sejak 2003, dan belum selesai sampai sekarang. Niat awal pemerintah Bali adalah mendirikan patung untuk menyaingi Liberty yang ada di Amerika. Tapi entah kenapa, proyek ini seakan mandeg di tengah jalan.

Tiket masuk yang ditawarkan pengelola GWK adalah untuk pelajar Rp 40 ribu, dewasa Rp 50 ribu, wisatawan asing Rp 100 ribu. Sayang, cuaca Bali hari itu, sangat panas, untuk berfoto saja kami harus menutup mata karena silaunya cahaya matahari. (BACA: Menyusuri Pulau Dewata: Nikmati Deburan Ombak & Tari Kecak (1))

Sejujurnya kunjungan ke sini cukup membosankan, tapi sudah masuk dalam jadwal tur yang dipesan oleh seorang kawan. Setengah jam menikmati GWK, kami langsung menuju sebuah pantai. Kawasan yang untuk pertama kalinya saya singgahi di Bali, Pantai Pandawa.

Pantai ini, masih di kawasan Bali Selatan, Kabupaten Badung. Pantai ini unik, terletak di balik perbukitan kapur. Bahkan beberapa meter memasuki kawasan parkir, kita akan disuguhkan patung dari lima ksatria dari epos Hindu yang terkenal Mahabarata, Pandawa dan juga sang ibunda, Dewi Kunthi.

Patung ini dipahat dari batu kapur, lalu diletakkan dalam tebing yang sedikit dilubangi untuk meletakkan patung-patung itu. Lima patung Pandawa diletakkan bertingkat, dengan patung Dewi Kunthi yang diletakkan pertama kalinya. Berurutan putra pertama Pandawa, Yudistira, dan terakhir adalah Sadewa. (BACA: Menyusuri Pulau Dewata: Menyaksikan Pembuatan Kopi Bali (3))

Tiba di parkiran, cuaca benar-benar panas. Cahaya matahari cukup menyengat kulit dan ubun-ubun kepala. Meski Bli Eko menawarkan payung untuk kami, tapi saya sendiri memilih untuk menutupi kepala menggunakan jaket. Menuju pasir pantai yang putih, suasana sangat ramai.

Air laut di pantai ini benar-benar biru. Didukung dengan pemandangan langit biru, semakin menambah keindahan kawasan ini. Pengelola pun menyediakan payung di sekitaran pantai, dan juga penyewaan kano.

Cukup 45 menit kami berada di Pantai Pandawa. Kami menyudahi wisata hari pertama di Bali itu. Selanjutnya perut yang keroncongan sedari pagi, kami isi dengan menikmati ayam kampung Betutu khas Bali yang terdapat di Kuta. Melelahkan, semoga besok lebih menyenangkan.(*)
Via : tribun news

Post Tags:

Blogger Bontang

I'm Blogger Bontang. A full time web designer. I enjoy to make modern template. I love create blogger template and write about web design, blogger. Now I'm working with www.wisatabontang.com. You can buy our templates from Themeforest.